Pada suatu pemilihan kepala daerah atau pilkada yang bersifat langsung, sering diukur mengenai alasan apa yang menyebabkan seorang voter atau pemilih akan mencoblos kandidat kepala daerahnya. Di kabupaten Pangandaran yang akan melaksanakan pilkada serentak pada awal Desember nanti, hal tersebut juga di ukur melalui survei perilaku pemilih yang mewawancarai langsung responden terpilih.
Survei pilkada ini dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Agustus 2015 lalu. Metode yang digunakan pada survei pilkada ini memakai metode multistage random sampling atau metode jenjang acak bertingkat untuk menentukan sampel respondennya. Jumlah responden survei pilkada ini yang terpilih adalah sebanyak 650 orang, dengan margin of error (MoE) sebesar +/- 3% dan tingkat kepercayaan 97%. Pengambilan data dari responden dengan cara wawancara langsung dengan responden melalui panduan kuesioner.
Alasan utama responden yang mewakili persepsi warga Pangandaran untuk memilih pemimpinnya nanti berturut-turut adalah sebagai berikut : Jujur (48.9%), Perhatian/dekat dengan rakyat (21.9%), Mampu memecahkan masalah (10.9%), Taat beragama (5.9%), Berwibawa (4.6%) dan lainnya, untuk selengkapnya lihat pada grafik dibawah ini.
Memiliki kejujuran dan dekat dengan rakyat adalah alasan utama masyarakat Pangandaran dalam menentukan pilihan terhadap kandidat yang akan bertarung pada pilkada nanti. Kandidat yang merasa dan dirasakan masyarakat pemilih memiliki kedua sifat ini akan dengan mudah merebut simpati guna meraih hasil maksimal pada perhelatan pilkada kabupaten Pangandaran 2015.
