Prabowo Unggul, Elektabilitas Jokowi Turun

Pendiri partai Gerindra Prabowo Subianto, unggul dalam tingkat elektabilitas dibandingkan dengan Jokowi Presiden RI saat ini. Prabowo didukung oleh 22,6% warga, sedangkan Jokowi hanya dipilih oleh 14,4%. Berturut-turut selanjutnya ialah tokoh partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (11,9%). Aburizal Bakrie (5,4%) dan Jusuf Kalla (1,7%) melengkapi lima besar tokoh nasional yang memiliki peluang menjadi Presiden pada saat ini.
Hal tersebut terungkap pada hasil Survei Perilaku Pemilih warga Kota Pekanbaru pada periode bulan Maret 2016. Warga memilih beberapa tokoh nasional yang dianggap paling pantas menjadi Presiden jika seandainya Pilpres dilaksanakan pada hari ini. Survei Preferensi Pemilih ini dilaksanakan oleh lembaga riset dan survei nasional LAMDA Indonesia (Lembaga Aspirasi Masyarakat Daerah Indonesia). Metode yang digunakan pada kegiatan survei ini adalah Metode Jenjang Acak Bertingkat dimana sampel responden dipilih secara acak berdasarkan proporsional jumlah pemilih di setiap wilayah. Target responden survei ini adalah penduduk Kota Pekanbaru yang telah memiliki hak pilih sebanyak kurang lebih 600 orang yang diwawancarai secara langsung face to face mengenai perilaku dan sikap politiknya. Survei perilaku politik ini memiliki Margin of Error sebesar 4% dengan tingkat kepercayaan 96%.
Berikut adalah hasil lengkap yang disajikan dengan grafik, hasil survei preferensi pemilih warga Kota Pekanbaru mengenai pilihan presidennya pada saat ini.


Terlihat pada grafik hasil survei diatas, Posisi Prabowo paling tinggi tingkat elektabilitasnya dibandingkan para tokoh lainnya. Yang menarik ialah, mantan Presiden RI periode sebelumnya yaitu Susilo Bambang Yudhoyono atau akrab disebut SBY, masih memiliki elektabilitas yang cukup tinggi dan menempatkannya di urutan tiga besar tokoh nasional yang memiliki tingkat keterpilihan di Kota Pekanbaru. Hal menarik lainnya adalah tokoh sentral PDIP Megawati Sukarno Putri hanya memiliki tingkat elektabilitas sebesar 1,5% saja. Walaupun hanya berlaku di lingkup Kota Pekanbaru saja, namun setidaknya gambaran perilaku pemilih ini menjadi gambaran umum perilaku politik pemilih di kota besar. Preferensi pemilih mayoritas warga Pekanbaru terhadap tokoh nasional untuk menjadi calon Presidennya di masa yang akan datang masih berharap pada tokoh-tokoh senior. Peluang tokoh-tokoh muda potensial untuk maju masih kecil. Akan tetapi seiring pelaksanaan pilpres yang masih lumayan lama, diharapkan muncul tokoh-tokoh muda yang diharapkan mampu membawa perubahan terhadap negeri ini ke arah yang lebih baik.