Menarik untuk menyimak pertarungan para kandidat kontestasi pemilihan kepala daerah kabupaten Pangandaran pada saat ini. Seperti kita ketahui bersama, bahwa kabupaten Pangandaran adalah salah satu daerah yang akan mengikuti rangkaian pilkada yang akan dilaksanakan secara serentak pada bulan Desember tahun 2015 nanti. Ada tiga pasang kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati yang secara resmi akan maju pada pilkada nanti. Tiga pasangan calon kepala daerah yang akan ikut dalam Pilkada perdana di kabupaten Pangandaran adalah pasangan Jeje Wiradinata dan Adang Hadari. Keduanya diusung oleh PDI Perjuangan, Golkar, PKS dan Demokrat. Pasangan Kedua adalah Azizah Talita Dewi dan Sulaksana, yang diusung oleh PKB, Nasdem dan Gerindra. Terakhir adalah pasangan Ino Darsono dan Erwin M Thamrin yang diusung oleh PAN.
Pasangan Jeje - Adang (JIHAD) adalah pasangan yang paling difavoritkan mengungguli pasangan calon lainnya. Faktor utama yang paling berperan dalam hal tersebut adalah karena Jeje Wiradinata adalah seorang Petahana (incumbent) yang masih menjabat sebagai Wakil Bupati Ciamis (daerah induk Pangandaran sebelum dimekarkan). Keuntungan tersebut jika mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh tim suksesi pemenangan Jihad, maka akan berbuah kemenangan. Menurut data statistik dari survei pra pilkada yang telah dilakukan oleh LAMDA Indonesia dari tahun 2005 lalu, sebanyak 88,7% kandidat incumbent yang ikut pilkada, 78,3 diantaranya berhasil memenangkan pilkada, sedangkan sisanya tidak sukses.
Pasangan calon lainnya yaitu pasangan AHLAK (Azizah - Sulaksana). Azizah Talitha Dewi adalah satu-satunya calon Bupati wanita yang ikut meramaikan pilkada kabupaten Pangandaran. Issu gender di yakini akan mampu membuat pasangan ini menjadi kuda hitam yang akan mengacak-acak perolehan suara para kandidat lainnya. Salah satu bukti bahwa issu gender akan memainkan fungsinya sebagai kuda hitam terlihat pada hasil survei pilkada Lamda Indonesia pada beberapa waktu lalu, berikut grafiknya :
Terlihat pada grafik data hasil survei Pangandaran yang termuat diatas, bahwa alasan memilih calon Bupati yang berasal dari perempuan dipilih sebanyak 3.4% responden. Hal tersebut cukup mampu memberikan sumbangan dukungan yang cukup signifikan kepada kandidat.
Pasangan calon yang terakhir adalah pasangan HIDMAT (Ino Darsono - Erwin). Pasangan ini juga masih berpeluang menang untuk merebut kursi nomor satu di Pangandaran. Alasan utama yang mendasari hal tersebut adalah karena partai pendukungnya PAN, memiliki konstituen yang lumayan banyak dan merata di kabupaten Pangandaran. PAN pada pemilu legislatif 2014 lalu berada di posisi 2 perolehan suara terbanyak di kabupaten Pangandaran. Fakta lainnya adalah sebanyak 5,2% responden survei meyakini bahwa alasan mereka memilih calon bupati adalah karena partai pendukungnya.
Dari analisa masing-masing kandidat pasangan calon yang akan bertarung pada pilkada kabupaten Pangandaran nanti, ketiganya masih sama-sama memiliki peluang untuk merebut dukungan terbanyak untuk merebut kursi nomor satu. Akan tetapi dilihat dari segi teknis, peluang Jihad masih lebih unggul dari kandidat lainnya. Masih ada waktu bagi tim sukses yang mendukung masing-masing jagoannya untuk berupaya semaksimal mungkin merebut simpati pemilih, tentunya dengan strategi dan program pemenangan yang tepat.
