Berikut adalah hasil survei pilkada di kabupaten Pangandaran yang akan melaksanakan Pilkada serentak pada akhir tahun 2015 ini. Survei pilkada ini memakai metode multistage random sampling yang menggunakan sebanyak 750 responden yang tersebar secara proporsional di wilayah kabupaten Pangandaran provinsi Jawa Barat. Periode survei pilkada ini dilaksanakan pada bulan September 2015 lalu.
Laporan hasil survei pilkada kali ini mengenai tingkat popularitas masing-masing kandidat (individu) yang akan bertarung pada pilkada nanti. Adapun tabel tingkat popularitasnya sebagai berikut :
Dari tabel diatas, terlihat jelas bahwa dari perbandingan pada survei pertama yang diadakan pada bulan Mei lalu terhadap survei berikutnya tiga bulan kemudian, terjadi kenaikan tingkat popularitas yang signifikan pada setiap kandidat. Kenaikan ini selain dipicu oleh kemungkinan gencarnya sosialisasi dari masing-masing tim, kemungkinan juga terjadi karena sudah mengerucutnya pasangan calon yang resmi mendaftar ke KPUD setempat.
Akan tetapi hal ini tidak terjadi pada tingkat akseptabilitas atau kesukaan kepada beberapa kandidat. Hal ini biasa terjadi karena adanya kenaikan tingkat popularitas yang belum dibarengi oleh kesukaan responden kepada beberapa kandidat tersebut.
Pada indeks tingkat
popularitas
untuk calon Bupati, Jeje masih mendominasi
dengan persentase
sebesar
94.6% dari responden
yang mengenalnya.
Faktor Petahana
di yakini menjadi
alasan kuat bagi Jeje lebih
superior dibanding calon lainnya. Kemudian
tingkat
popularitas
tertinggi
calon Wakil Bupati, juga di raih oleh pasangan
Jeje yaitu Adang Hadari Sandaan
(81.0%). Sedangkan
(Cucu) Sulaksana
pada saat ini baru dikenal
oleh
45.5% responden
saja.



