Perilaku Politik Masyarakat Menjelang Pilpres 2014

Menarik mengamati pertarungan dua bakal calon Presiden Republik Indonesia periode 2014 - 2019 yang akan digelar pada tanggal 9 Juli 2014 mendatang. Hanya ada dua pasangan yang akan bertarung pada pemilihan presiden tersebut, yaitu pasangan nomor urut 1 capres Prabowo Subianto dan cawapresnya Hatta Rajasa dengan rivalnya yaitu pasangan nomor urut 2 capres Joko Widodo atau familiar dengan nama Jokowi dan pasangannya Jusuf Kalla.
Pada perhelatan pesta demokrasi pemilihan presiden ini nantinya dipastikan akan berlangsung hanya dalam satu putaran saja dikarenakan hanya ada dua pasang calon yang bertarung. Dalam hal ini LAMDA Indonesia sebagai sebuah lembaga penelitian sosial kemasyarakatan tidak ingin melewatkan momen tersebut dalam kaitannya untuk meneliti perilaku politik masyarakat Indonesia terhada pilihan politiknya pada pemilihan presiden yang akan datang.
Penelitian perilaku politik ini berwujud sebuah polling atau jajak pendapat terhadap responden terpilih yang memakai metode wawancara langsung terhadap responden yang berusia diatas 17 tahun dan telah memiliki hak pilih sebagai warga negara Indonesia. Polling ini akan memilih 850 responden yang tersebar secara proporsional di kota Medan, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Makassar, Banjarmasin dan kota Balikpapan. Bukan kali ini saja LAMDA Indonesia mengadakan polling atau jajak pendapat, akan tetapi menjelang pemilu legislatf lalu kami juga mengadakan polling untuk melihat perilaku politik masyarakat dan hasilnya juga kami telah rilis disini. Peneliti LAMDA Indonesia Murtiyanto mengatakan bahwa hasil polling ini setidaknya menjadi gambaran situasi terkini perilaku politik pemilih masyarakat Indonesia. Lebih lanjut ia mengatakan, siapapun pemenang dari kontestasi politik ini akan segera dihadapkan pada permasalahan bangsa yang segera harus ditangani pasca lengsernya SBY dan diharapkan mampu membawa Indonesia untuk mengarungi masa transisi menjadi lebih baik lagi.
Pada kegiatan polling beberapa waktu lalu, kami juga menanyakan tentang elektabilitas para calon presiden yang akan bertarung pada pilpres bulan Juli mendatang dan hasilnya bisa juga dilihat disini. Pada polling tersebut jelas terlihat bahwa elektabilita Jokowi mengungguli semua capres lainnya dengan persentase 33,7%. Namun yang menarik adalah posisi kedua tingkat elektabilitas atau kesukaan responden pada polling tersebut diraih oleh Prabowo Subianto dengan 14,3% yang notabene adalah rival Jokowi dalam pilpres mendatang. Hal tersebut yang menurut analisa kami membuat pertarungan pemilihan presiden mendatang akan seru dan sengit. Kedua bakal calon akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam merebut hati pemilih yang tentunya akan dibantu oleh masing-masing partai politik pendukungnya.
Nantikan rilis hasil polling mengenai perilaku politik masyarakat Indonesia menghadapi pemilihan presiden mendatang yang dikupas dalam berbagai perilaku politik seperti, latar belakang agama, status sosial, wilayah dan berbagai hal. Kegiatan polling ini terselenggara berkat partisipasi para mitra kerja kami yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. (moer/v-14)